
Temanggung, 27 November 2025 – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) INISNU Temanggung menyelenggarakan kegiatan Harmoni yang bertempat di ruang B5 kampus INISNU Temanggung. Kegiatan ini mengangkat tema “Strategi Guru PAUD dan MI dalam Menyiapkan Anak Berpikir Kritis” yang menghadirkan Ibu Yenny Aulia Rachman, M.Pd., seorang ahli di bidang evaluasi pendidikan sebagai narasumber utama.
Acara ini diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa dari Prodi PGMI dan PIAUD yang sebagian besar sudah berpengalaman mengajar di berbagai lembaga pendidikan. Mereka sangat antusias karena merasa materi yang diberikan sangat relevan dan dibutuhkan sebagai bekal untuk menghadapi dinamika pembelajaran di kelas. Mahasiswa peserta berharap dengan memahami strategi praktis tersebut, mereka dapat lebih efektif dalam membimbing anak-anak agar mampu berpikir kritis sejak usia dini.
Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Dewan Mahasiswa FTK dan Ketua Panitia yang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan acara ini. Dalam sambutannya, mereka menyampaikan bahwa mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada anak-anak adalah aset berharga yang harus dipersiapkan sejak dini agar generasi mendatang mampu menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Mereka menekankan pentingnya guru PAUD dan MI memiliki strategi yang tepat dalam menanamkan keterampilan ini di lingkungan belajar.
Pemateri, Ibu Yenny Aulia Rachman, menjelaskan dengan rinci tiga kunci aksi nyata dalam menyiapkan anak-anak berpikir kritis. Pertama, mengganti pertanyaan yang bersifat menghafal seperti “sebutkan” menjadi pertanyaan yang memancing analisis seperti “mengapa”, sehingga anak-anak didorong untuk berpikir lebih dalam dan reflektif. Kedua, menerapkan dua diferensiasi sederhana yang menjadi solusi atas perbedaan karakter dan gaya belajar anak, guna memberikan pendekatan yang lebih personal dan efektif dalam kelas. Ketiga, mengamalkan prinsip “telinga terbuka” yang berarti guru harus menciptakan ekosistem aman dengan mendengarkan semua alasan anak tanpa menyalahkan, sehingga anak merasa diperhatikan dan termotivasi untuk menyampaikan pikirannya secara terbuka.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa calon guru mendapatkan bekal penting dalam strategi pengajaran yang tidak hanya mengedepankan transfer pengetahuan, namun juga mengasah keterampilan berpikir kritis anak sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kecerdasan emosional. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di lembaga PAUD dan MI di masa mendatang melalui peran guru yang lebih sadar akan pentingnya berpikir kritis dalam proses edukasi anak usia dini. Kegiatan Harmoni seperti ini menjadi bentuk nyata komitmen FTK INISNU Temanggung dalam mendukung pengembangan kapasitas para calon pendidik untuk menciptakan generasi bangsa yang cerdas kritis dan siap menghadapi tantangan global.(*)